Recent Video

Fakta tentang Jenis Rompi anti peluru Penilaian IIIA

Mencari Rompi antipeluru yang tepat kadang-kadang bisa menjadi tugas menakutkan. Dengan begitu banyak perusahaan menjual pelindung tubuh dan berbagai jenis bahan yang digunakan untuk membuat rompi, Anda kadang-kadang dapat mendapatkan kewalahan dengan proses pengambilan keputusan. Sebagai contoh, ada rompi terbuat dari Kevlar, Spektrum Perisai, Dyneema dengan peringkat Tipe I, II, dan IV.
Untuk memulai proses pemilihan rompi antipeluru, Anda harus terlebih dahulu menentukan nilai yang perlu Anda. Saat ini, ada enam peringkat bahwa National Institute of Justice digunakan untuk menandai proteksi lapis baja tubuh tertentu affords. Di bawah ini, Anda dapat memeriksa perlindungan Tipe IIIA rompi dinilai menyediakan.
Tipe IIIA Rompi anti peluru
Untuk pelindung tubuh memiliki peringkat Tipe IIIA, Institut Nasional Kehakiman mensyaratkan bahwa rompi menghentikan peluru berikut: .22 LR Sebuah memimpin putaran peluru senapan panjang hidung dengan kaliber .22 berdampak pada kecepatan minimal 1050 meter per detik, dengan massa nominal 40 gr .. 380ACP Sebuah jaket logam bulat peluru hidung penuh dengan kaliber 0,380 berdampak pada kecepatan minimal 1025 meter per detik, dengan massa nominal 95 gr.
9mm Kendali logam peluru 9mm berjaket hidung bulat, yang berdampak rompi pada kecepatan minimal 1090 meter per detik dan massa nominal 124gr .. 40 logam jaket Kendali .40 S & W peluru yang berdampak pada kecepatan minimal 1025 meter per detik dan massa nominal 180 gr.
Kendali 9mm peluru logam berjaket hidung bulat yang berdampak pada kecepatan 1.175 meter per detik dan memiliki massa 124 gram nominal .. 357 Magnum peluru lembut berjaket dengan kaliber .357 yang berdampak pada kecepatan 1.400 meter per detik dan memiliki massa nominal 158 gram.
Kendali 9mm peluru logam berjaket hidung bulat dengan kaliber 9mm, berdampak pada kecepatan 1.400 meter per detik, dengan massa nominal 124 gram .. 44 peluru Magnum titik berjaket berongga dengan kaliber .44, berdampak pada kecepatan 1.400 meter per detik dan massa 240 gram nominal.
Tipe IIIA pelindung tubuh dinilai adalah rompi concealable dinilai tertinggi yang tersedia di pasar. Rompi anti peluru ini dapat dipakai untuk penggunaan sehari-hari dan perlindungan penuh.
Begitu Anda telah menentukan nilai yang tepat Anda butuhkan untuk rompi antipeluru Anda, Anda kemudian harus mencari bahan dan produsen bahwa Anda ingin membeli. Setelah Anda telah menemukan rompi yang tepat, pastikan bahwa itu cocok dengan benar Anda sehingga benar dapat melindungi Anda dari bahaya potensial. Anda dapat menemukan banyak pilihan produk pelindung tubuh di www.bulletproofvestshop.com.

Inovasi Rompi Anti Peluru Untuk Militer dengan bahan Cair

Ditulis oleh Astria Hindratmo (2509 205 201), Mahasiswa Pascasarjana Teknik Industri, ITS 
        Dalam dunia militer, peralatan untuk pertahanan tubuh sangatlah penting untuk melindungi tubuh dari cidera dari serangan musuh. Salah satu peralatan militer yang dugunakan untuk pertahanan tubuh yaitu rompi anti peluru untuk melindungi cidera akibat terkena peluru. Cara kerja dari rompi anti peluru yaitu menghentikan laju peluru. Dimana, peluru dihentikan sebelum berpenetrasi kedalam tubuh dan ketika rompi menahan penetrasi peluru, dorongan dari peluru tersebut direduksi dengan menyebarkan momentumnya keseluruh tubuh seperti terlihat pada gambar 1. Akan tetapi, pemakai rompi anti peluru pada umumnya tetap akan merasakan energi kinetik dari peluru yang seringkali terkonsentrasi pada satu titik didaerah tembakan yang disebabkan peluru memiliki kecepatan yang tinggi, maka hal tersebut mengakibatkan seorang pemakai rompi tersebut mengalami luka dalam yang cukup serius seperti memar, tulang rusuk retak bahkan rusak organ internal tubuh hingga mengakibatkan kematian (Drury, 2011).
          Rompi anti peluru pada umumnya terbuat   dari   serat yang dikembangkan Amerika melalui DuPont yang dikenal dengan nama dagang  Kevlar,  Twaron. Kevlar merupakan  serat aromatic polyamides  atau  aramid  yang memiliki struktur yang kuat, kenyal, bersifat meredam (vibration damping), tahan lautan asam dan basa serta tahan panas hingga 3700C sehingga tidak mudah terbakar (Gustami, 2011). 
           Kemampuan rompi anti peluru dalam menahan laju peluru tergantung pada berapa lapis serat yang digunakan sehingga dengan banyaknya lapisan menambah beban beratnya. Maka dari itu, diperlukan suatu standar berat rompi anti peluru yang disesuaikan berdasarkan berapa ukuran (caliber peluru), jenis sejata hingga kecepatan peluru yang ditembakkan. Pada umumnya beberapa negara menggunakan standar rompi anti peluru yang ditentukan oleh National Institute of Justice (NIJ) Amerika dan standar tersebut telah ikuti oleh beberapa negara termasuk Cina, Korea maupun Indonesia. NIJ membagi level dari level I hingga level IV. Misalnya senjata menembakkan peluru dengan ukuran 0,40 caliber 180gr FMJ dengan kecepatan 1055 ft/s, dapat ditahan dengan menggunakan rompi anti peluru dengan level IIA dengan berat maksimum 3,2 kg. Adapun informasi lengkap mengenai bobot rompi anti peluru tiap level  yang didasarkan pada jenis sejata, ukuran dan kecepatan peluru sesuai dengan standar NIJ dapat dilihat pada gambar tabel 3 dan 4,  menurut Zubaidi dkk. (2009) dan Gustami (2011).     
         
               Walaupun telah ditentukan berat rompi berdasrkan level, pada umumnya rompi anti peluru yang sering digunakan oleh militer memiliki lapisan hingga 32 lapisan dengan bobot mencapai hingga 10 kg dengan tebal per satu lapisan kurang dari 1 mm (Material Kevlar, 2012). Hal tersebut untuk mengantisipasi menahan peluru dari serangan musuh saat perang dengan senjata yang mampu menembakkan peluru dengan kecepatan yang mencapai ataupun melebihi standar level IV.  Jadi, seorang pasukan militer dalam kegiatanya seringkali membawa beban peralatan yang cukup berat mulai dari rompi anti peluru hingga peralatan lainnya. Jika seseorang terlalu sering membawa beban berat pada tubuh, akan mengakibatkan beberapa cidera yang mungkin dialami seperti cidera pada bagian tubuh seperti sakit pada punggung, tulang belakang, sakit pada bahu dll. Selain itu juga, beban berat yang di pakai bagi seorang militer dapat mengurangi kecepatan dalam bergerak atau mengurangi manuver dalam bergerak. Maka dari itu, beberapa negara mencoba melakukan suatu inovasi terhadap beberapa peralatan militer sehingga dapat digunakan dengan nyaman. Untuk itu beberapa perusahaan militer didunia berusaha mengembangkan peralatan militer, salah satunya yaitu perusahaan perlatan militer BAE system di Filton-Bristol negara Inggris.  Seperti dilansir media surat kabar daily mail yang dimuat pada 14 Januari 2011, bahwa ilmuwan Inggris yang tergabung dalam tim peneliti di BAE system menciptakan rompi/baju perang anti peluru yang mengandung cairan yang masih dirahasiakan, dimana mampu menyerap kekuatan tembakan atau pecahan peluru dengan penebalan dan mengeras saat peluru mengenai rompi/baju anti peluru tersebut (Drury, 2011). 
      Formula atau komponen dari baju anti peluru cair yang telah dipamerkan pada konfederasi pertahanan di London tersebut, dimana peneliti menggabungkan suatu cairan khusus berbentuk seperti custard ( puding) dengan serat Kevlar 10 lembar (Drury, 2011). Akan tetapi, dari beberapa sumber untuk spesifikasi dari rompi/baju anti peluru yang sebenarnya diciptakan untuk membantu menyelamatkan nyawa tentara Inggris dari tentara Taliban di Afganistan ini , tidak begitu dijelaskan spesifikasi data mulai dari ukuran ketebalan, jumlah beratnya hingga jenis cairan apa yang digunakan pada saat dipamerankan di konfederasi pertahanan. Hal tersebut dikarenakan akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak BAE system. Hanya saja seperti yang dilansir oleh daily mail, menjelaskan bahwa rompi tersebut lebih ringan dan fleksibel serta memberikan perlindungan yang lebih besar untuk prajurit di medan perang.   
             Para Ilmuwan Inggris tersebut telah menguji apakah formula yang telah ditemukan tersebut lebih baik dari pada rompi atau baju perang yang sebelumnya yang hanya berbahan Kevlar. Pengujian dilakukan dengan menembakkan peluru dari pistol kaliber 9 milimeter pada 2 obyek sasaran yaitu rompi anti peluru yang hanya berbahan Kevlar sebanyak 31 lapisan dan rompi/baju perang anti peluru hasil penemuan dengan komposisi 10 lembar Kevlar yang dikombinasi dengan cairan khusus seperti terlihat pada gambar 5. Ternyata hasilnya saat peluru mengenai rompi/baju anti peluru hasil penemuan peneliti, dampaknya disebarkan keseluruh bagian rompi dan cairan dalam rompi mengeras, hal tersebut akan mengurangi kemungkinan tentara yang terluka atau terbunuh oleh kekuatan peluru karena tidak terkonsentrasi di satu area kecil. Akan tetapi, untuk obyek rompi anti peluru biasa yang hanya menggunakan 31 lapisan Kevlar mengakibatkan efek samping memar pada bagian tubuh. Dari hasil temuan yang telah di uji, BAE system juga akan mengembangkan rompi atau baju perang anti peluru yang canggih tersebut untuk dapat menahan kekuatan senjata yang lebih berat termasuk menahan senjata AK 47 yang digunakan oleh tentara Taliban (Andri, 2011) dan (NC, 2011). 
           Alasan akan kembangkan lebih lanjut rompi/ baju anti peluru berbahan cair tersebut dikeranakan memiliki beberapa keuggulan bila dibandingkan dengan rompi/baju anti peluru yang biasa  diantaranya :
  1. Memiliki kekuatan 5 kali dari baja, dimana saat peluru mengenai sasaran pada rompi mengakibatkan mengeras atau menjadi solid sehingga memberikan keamanan yang lebih besar kepada pengguna http://tp32677123.livejournal.com/13573.html.
  2. Lebih ringan setengah dari berat rompi/baju anti peluru biasa dan fleksibel bila dibandingkan dengan rompi anti peluru yang biasa. Hal tersebut dapat mengurangi beban, mempermudah prajurit dalam bergrak atau bermanuver dan juga nyaman untuk digunakan di daerah yang suhunya 50 derajat celcius seperti di Afganistan  (Drury, 2011) dan (NC, 2011).
  3. Ketika rompi/baju anti peluru cair tertembak peluru, maka dampaknya akan tersebar secara luas di area rompi. Hal tersebut dapat mengurangi kemugkinan cedera seperti memar pada tubuh saat terkena tembakan (NC, 2011). 

Jenis-Jenis Peluru Senapan Angin

Kekuatan sebuah senapan angin terletak pada seberapa besar energi kinetiknya, secara tidak langsung hal ini dapat diukur dari energi kinetik yang dihasilkan untuk proyektil pelurunya (biasa kita sebut dengan pelet). Berbagai kaliber senapan angin tersedia di pasaran, kaliber 0,177 mungkin merupakan yang terpopuler digunakan. Berat pelet diukur dalam ukuran grain. Pelet senapan angin tersedia dalam bermacam jenis yang disesuaikan untuk penggunaannya, medan atau sasaran tembaknya. Salah satu cara untuk menguji jenis pelet adalah dengan menempatkan sabun sebagai sasaran tembak yang dilakukan dari jarak yang berbeda-beda.
Pelet Field Point
digunakan untuk berburu dan mengendalikan hama










Pelet Field Point digunakan untuk penetrasi yang dalam. Biasa digunakan untuk perburuan kecil, pengendalian hama di kebun atau bahkan untuk mengatasi "manusia nakal". Penetrasi yang dalam disebabkan karena pelet Field Point menghasilkan energi kinetik yang tinggi.



Pelet Flat Nosed
digunakan untuk kompetisi












Pelet Flat Nosed juga dikenal sebagai wadcutters. Biasa digunakan untuk penembakan target dalam suatu kompetisi. Pelet ini "memotong" tajam, bersifat "clean holes" di kertas target untuk membuat skor seakurat mungkin. Pengaruh hambatan udara pada pelet Flat Nosed jarang terlihat untuk jarak dibawah 35 meter. Di luar 35 meter, efek hambatan udara baru terasa.



Pelet Hollow Point
digunakan untuk kompetisi menjatuhkan target














Pelet Hollow Point memberikan efek shock energi kinetik yang tinggi seperti halnya pelet Field Point. Biasa digunakan di lapangan dan penggunaan khusus seperti kompetisi siluet senapan angin. Secara umum, kompetisi siluet mengharuskan senapan angin yang digunakan beratnya tidak lebih dari 16 pon. Tapi beberapa jenis/kelas olahraga menembak ada yang membolehkan senapan angin dari berbagai kaliber maupun berat, dan kompetisi dapat berlangsung di luar atau dalam ruangan. Empat target yang berukuran dan berbentuk berbeda, biasanya terdiri dari potongan baja yang disusun. Tujuan pertandingan adalah untuk menjatuhkan masing-masing potongan baja tersebut. Pelet Hollow Point memberikan daya efek knock down yang diperlukan untuk menjatuhkan potongan baja tersebut.



Pelet Round Head
untuk perburuan jarak dekat











Pelet Round head, Domed atau Round Nose, semuanya digunakan untuk tujuan menembak target dan biasa di lakukan di lapangan. Pelet jenis ini tersedia dalam berbagai berat. Pelet Round Nose dengan berat menengah menawarkan perpaduan lintasan datar yang seimbang dan Pelet Round Nose berat (bertenaga medium) untuk berburu. Untuk pelet Round Head yang berat, digunakan untuk senapan angin yang kuat dalam perburuan jarak dekat. Pelet yang lebih berat daya tembusnya biasanya baik dan tidak begitu terpengaruh oleh angin.



Pelet BB
pelet  murah
















Pelet BB adalah pelet yang mungkin paling akrab dengan senapan angin. Merupakan proyektil bulat yang terbuat dari timah atau baja. Akurasinya tidak begitu menjanjikan, murah dan tersedia hampir di setiap toko olahraga.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

9. TORPEDO


Torpedo adalah projectile bergerak sendiri yang dilancarkan dari atas permukaan atau di bawah paras air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, direka untuk meletup pada kenalan atau jarak tertentu dengan sasaran. Torpedo boleh dilancarkan dari kapal, kapal selam, helikopter, pesawat dan dasar laut. Beberapa contoh torpedo moden antara lain MK 48 AS yang dilancarkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan sonar pasif atau aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan kesan superkavitasi dapat mencapai kelajuan 200 knot atau 370 km / jam.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

8. PELURU BERPANDU ANTI-SATELIT

Peluru berpandu anti-satelit adalah peluru yang memiliki fungsi untuk menghancurkan satelit buatan musuh. Peluru jenis ini antara lain adalah Anti-satellite weapons (ASAT) yang dilancarkan dari pesawat. peluru jenis ini juga masih dalam tahap pembangunan.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

7. PELURU BERPANDU ANTI BALISTIK

Peluru berpandu anti-balistik adalah peluru berpandu dengan fungsi utama untuk menyergap dan menghancurkan peluru berpandu balistik lawan. Peluru anti-balistik jarak pendek antara lain adalah dari Arrow buatan Israel dan MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan ICBM sebelumnya hanya ada dua iaitu Safeguard AS yang menggunakan LIM-49A Spartan dan Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan Gorgon dan Gazelle. Amerika Syarikat kemudian mengembangkan Ground-Based Midcourse Defense.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

6. PELURU BERPANDU ANTI-TANK

Peluru berpandu anti-tank adalah peluru yang fungsi utamanya adalah menghancurkan tank (kereta kebal) atau kenderaan lapis waja yang lain. Peluru anti-tank generasi pertama seperti AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan joystick. Peluru anti-tank generasi kedua seperti BGM-71 TOW dan AGM-114 Hellfire menggunakan radio, penanda buku laser atau kamera di hujung peluru berpandu. Peluru anti-tank generasi ketiga seperti FGM-148Javelin buatan AS dan Nag buatan India adalah dari jenis ‘tembak dan lupakan’. Nag menggunakan pelacak inframerah serta gelombang milimeter.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

5. PELURU BERPANDU UDARA KE UDARA

Peluru berpandu udara ke udara adalah peluru yang dipasang di dalam kapal terbang dengan target menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara lain adalah AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Syarikat. Peluru jenis ini dapat mengesan target dengan menggunakan pelacak radar, inframerah atau laser. Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk mengurangkan kesan geseran pada kelajuan tinggi. Peluru ini umumnya digerakkan oleh satu atau lebih roket bahan berbakar padat atau cair. MBDA Meteor buatan United Kingdom menggunakan ram jet dan dapat mencapai kelajuan Mach 4.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

4. PELURU BERPANDU DARAT KE UDARA

Peluru berpandu darat ke udara adalah peluru berpandu yang dilancarkan dari darat untuk menghancurkan pesawat. Istilah terkenal untuk peluru jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari peluru berpandu darat ke udara dalam Bahasa Inggeris iaitu suface-to-air missile. Peluru darat ke udara boleh dilancarkan dari lokasi tetap atau kenderaan pelancar. SAM terkecil yang dibangunkan oleh Kesatuan Soviet boleh dibawa dan dilancarkan oleh seorang tentera. SAM juga boleh dilancarkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah Aegis.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

3. PELURU BERPANDU ANTI-KAPAL


Peluru berpandu anti-kapal adalah peluru yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan kapal permukaan. Kebanyakan peluru berpandu anti-kapal menggunakan sistem pemandu inersial dan pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian peluru berpandu jarak pendek yang digunakan dalam Perang Dunia II. Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum pihak sekutu mencari cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan radio jamming). Peluru anti-kapal boleh dilancarkan dari kapal, kapal selam, pesawat, helikopter dan kenderaan darat. Peluru anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah Peluru Jerman, Fritz X dan Henschel Hs 293.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

2.PELURU BERPANDU JELAJAH

Peluru berpandu jelajah adalah peluru berpandu yang memakai sayap dan menggunakan jet sebagai tenaga penggerak. Peluru berpandu jelajah didalamnya adalah bom terbang. Peluru berpandu jelajah direka untuk membawa hulu ledak konvensional dalam jumlah besar atau nuklear dan boleh menjangkau beratus-ratus batu dengan tingkat ketepatan tinggi. Peluru berpandu jelajah moden boleh terbang mencapai kelajuan supersonik atau di atas subsonik, dengan menggunakan sistem kawalan automatik dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah untuk mengelakkan radar. Peluru jelajah pertama yang dibangunkan adalah Kettering Bug yang dibangunkan oleh Amerika Syarikat pada 1917 untuk digunakan dalam Perang Dunia I. Peluru ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan peluru berpandu yang mengandungi hulu peledak jatuh menghentam tanah. Peluru ini tidak pernah digunakan dalam perang kerana Perang Dunia I selesai sebelum peluru berpandu ini boleh digunakan. Peluru jenis ini yang terkenal antara lain adalah BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai liputan 1,100 km.

Jom Kenali 9 Jenis Peluru Berpandu

1. PELURU BERPANDU BALISTIK

Peluru berpandu balistik adalah peluru berpandu yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. Peluru berpandu ini hanya dikendalikan dalam masa pelancaran sahaja. Peluru berpandu balistik yang pertama adalah roket V-2 yang dibangunkan oleh Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an atas arahan daripada Walter Dornberger. Peluru berpandu balistik boleh dilancarkan dari lokasi tetap seperti silo peluru berpandu, kenderaan pelancar, pesawat, kapal atau kapal selam. Tahap pelancaran boleh berlangsung dari puluhan saat sehingga beberapa minit dan boleh terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. Trayektori peluru berpandu balistik terdiri daripada tiga tahap iaitu tahap pelancaran, tahap terbang bebas dan fasa memasuki kembali atmosfera Bum

JENIS PELURU SENAPAN ANGIN


Peluru senapan angin memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari bentuk kepala Peluru. Adapun jenis-jenis yang beredar sekarang adalah
  1. kepala rata (flat point) yang difungsikan untuk perlombaan dimana sasaran yang ditembak adalah kertas. Jenis ini menghasilkan lubang tembakan yang rata sehingga memudahkan dalam penilaian
  2. kepala bulat (dome point) yang difungsikan untuk kegitan berburu dimana Peluru jenis ini memiliki akurasi yang baik dan hasil perkenaan yang mematikan
  3. Kepala Lancip (sharp point) yang difungsikan untuk menembus sasaran yang relatif keras seperti tulang
  4. kepala ganda dan kepala berlubang (hollow point) yang difungsikan untuk menimbulkan efek luka bukaan yang lebih besar dari diameter pelet

Peluru kendali


Langsung ke: navigasi, cari
Sebuah rudal Exocet ditembakkan.
Laser-Guided bombs.
Pengendali giroskopik. Depan: Giro kontroler three axis SH-300. Digunakan orbiter Buran. Tengah: Giroskopik kontroler vertikal flight roket R-7.
Peluru kendali (disingkat: rudal), peluru berpandu atau misil adalah senjata roket militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah "misil" merujuk kepada roket dengan sistem kendali, sedangkan "roket" digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. Perbedaan utama di antara dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem kendali.
Peluru kendali pertama digunakan dalam sebuah operasi adalah peluru kendali Jerman dalam Perang Dunia II. Yang paling terkenal adalah V-1 dan V-2, keduanya menggunakan sistem autopilot sederhana untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya.

Daftar isi

Jenis peluru kendali

Peluru kendali balistik

LGM-30 Minuteman, rudal balistik berhulu ledak nuklir AS.
Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. Peluru kendali ini hanya dikendalikan dalam masa peluncuran saja. Peluru kendali balistik yang pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an atas instruksi dari Walter Dornberger. Peluru kendali balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap seperti silo misil, kendaraan peluncur, pesawat, kapal atau kapal selam. Tahap peluncuran dapat berlangsung dari puluhan detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. Trayektori rudal balistik terdiri dari tiga tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas dan fase memasuki kembali atmosfer Bumi.

Peluru kendali jelajah

Peluru kendali jelajah adalah peluru kendali yang memakai sayap dan menggunakan jet sebagai tenaga penggerak. Peluru kendali jelajah intinya adalah bom terbang. Peluru kendali jelajah dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional dalam jumlah besar atau nuklir dan dapat menjangkau ratusan mil dengan tingkat akurasi tinggi. Peluru kendali jelajah modern dapat terbang mencapai kecepatan supersonik atau di atas subsonik, menggunakan sistem kendali otomatis dan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari radar. Rudal jelajah pertama yang dikembangkan adalah Kettering Bug yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada 1917 untuk digunakan dalam Perang Dunia I. Rudal ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan rudal yang mengandung hulu ledak jatuh menghujam tanah. Rudal ini tidak pernah digunakan dalam perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini dapat digunakan. Rudal jenis ini yang terkenal antara lain adalah BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai jangkauan 1.100 km.

Peluru kendali anti-kapal

Sebuah RGM 84 Harpoon ditembakkan dari fregat USS Badger (FF-1071).
Peluru kendali anti-kapal adalah rudal yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan kapal permukaan. Kebanyakan rudal anti-kapal menggunakan sistem pemandu inersial dan pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian rudal jarak pendek yang digunakan dalam Perang Dunia II. Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum pihak sekutu menemukan cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan radio jamming). Rudal anti-kapal dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat, helikopter dan kendaraan darat. Rudal anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah rudal Jerman, Fritz X dan Henschel Hs 293.
Contoh peluru kendali anti kapal :
  • Boeing Harpoon (USA) - 221 kg warhead, 93-315 km range depending on platform
  • C-802/YJ-82 CSS-N-8 'Saccade' (China) - 165 kg warhead, 500+ km range
  • Exocet (France) - 165 kg warhead, 70-180 km range
  • RBS-15 (Sweden) - 200 kg warhead, 200 km range
  • Sea Eagle (UK) - 230 kg warhead, 110+ km range
  • Kh-35 (Rusia) - 1645 kg warhead, 130 km range

Peluru kendali darat ke udara

RIM-116 Rolling Airframe Missile Launcher.
Peluru kendali darat ke udara adalah peluru kendali yang diluncurkan dari darat untuk menghancurkan pesawat. Istilah terkenal untuk rudal jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari rudal darat ke udara dalam bahasa Inggris yaitu suface-to-air missile. Rudal darat ke udara dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur. SAM terkecil yang dikembangkan oleh Uni Soviet dapat dibawa dan diluncurkan oleh seorang tentara. SAM juga dapat diluncurkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah Aegis.

Peluru kendali udara ke udara

Peluru kendali udara ke udara adalah rudal yang dipasang di pesawat terbang dengan target menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara lain adalah AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat. Rudal jenis ini dapat mendeteksi target dengan menggunakan pelacak radar, inframerah atau laser. Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk mengurangi efek gesekan pada kecepatan tinggi. Rudal ini umumnya digerakkan oleh satu atau lebih roket berbahan bakar padat atau cair. MBDA Meteor buatan Britania Raya menggunakan ramjet dan dapat mencapai kecepatan Mach 4.

Peluru kendali anti-tank

Peluru kendali anti-tank adalah rudal yang fungsi utamanya untuk menghancurkan tank atau kendaraan lapis baja lainnya. Rudal anti-tank generasi pertama seperti AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan joystick. Rudal anti-tank generasi kedua seperti BGM-71 TOW dan AGM-114 Hellfire menggunakan radio, penanda laser atau kamera di ujung rudal. Rudal anti-tank generasi ketiga seperti FGM-148 Javelin buatan AS dan Nag buatan India adalah dari jenis "tembak dan lupakan". Nag menggunakan pelacak inframerah serta gelombang milimeter.

Peluru kendali anti-balistik

Sebuah MIM-104 Patriot ditembakkan dari kendaraan peluncur.
Peluru kendali anti-balistik adalah peluru kendali dengan fungsi utama untuk menyergap dan menghancurkan peluru kendali balistik lawan. Rudal anti-balistik jarak pendek antara lain Arrow buatan Israel dan MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan ICBM sebelumnya hanya ada dua yaitu Safeguard AS yang menggunakan LIM-49A Spartan dan Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan Gorgon dan Gazelle. Amerika Serikat kemudian mengembangkan Ground-Based Midcourse Defense.

Peluru kendali anti-satelit

Peluru kendali anti-satelit adalah rudal yang memiliki fungsi untuk menghancurkan satelit buatan musuh. Rudal jenis ini antara lain adalah Anti-satellite weapons (ASAT) yang diluncurkan dari pesawat. Rudal jenis ini relatif masih dalam tahap pengembangan.

Joint Direct Attack Munition (id:Mesiu Serangan Langsung Gabungan)

JDAM adalah perlengkapan pemandu yang mengubah bom gravitasi tak berpandu, atau "bom bodoh", menjadi mesiu "pandai" di segala cuaca. Perlengkapan JDAM bom adalah digunakan untuk memandu pada target dengan suatu sistem pemandu inersial terintegrasi yang dipasangkan sebuah penerima Global Positioning System (GPS) untuk menambah akurasi, memberikan daerah peluncuran lebih dari 15 nautikal mil (28 km) dari titik peluncuran.
Varian JDAM :

Torpedo

VA-111 Shkval. Kecepatan torpedo ini dapat mencapai 200 knots (370 km/h).
Senjata roket anti kapal selam UUM-44 SUBROC. Peluru kendali ini diluncurkan oleh kapal selam dari dalam laut.
Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang diluncurkan dari atas permukaan atau di bawah permukaan air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, dirancang untuk meledak pada kontak atau jarak tertentu dengan target. Torpedo dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, helikopter, pesawat dan ranjau laut. Beberapa contoh torpedo modern antara lain MK 48 AS yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan sonar pasif atau aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek superkavitasi dapat mencapai kecepatan 200 knot atau 370 km/jam.

Pemandu peluru kendali

Pemandu radar

Sistem pemandu radar umumnya digunakan untuk rudal jarak menengah atau jauh dimana sinyal inframerah target umumnya terlalu lemah untuk dilacak detektor inframerah. Ada dua macam rudal berpandu radar yaitu aktif dan semi-aktif. Rudal dengan sistem pemandu radar aktif mempunyai sistem radarnya sendiri untuk mendeteksi dan melacak targetnya. Tetapi ukuran dari antena radar dibatasi oleh diameter rudal yang kecil sehingga membatasi jangkauan deteksi rudal. Untuk mengatasi hal tersebut, rudal harus memiliki cara lain (umumnya sistem pemandu inersial) untuk mendekati target sebelum mengaktifkan radarnya. Rudal berpandu radar semi-aktif adalah lebih umum. Rudal jenis ini mendeteksi energi radar yang dipancarkan dari target. Sinyal radar dipancarkan oleh pesawat penembak. Dengan ini berarti pesawat penembak harus menjaga penguncian target sampai dapat dijangkau rudal, sehingga membatasi daya manuver pesawat penembak yang dapat membahayakan pesawat seiring dengan ancaman musuh. Rudal jenis ini juga lebih gampang dikacaukan (jamming) karena jarak pesawat penembak ke target lebih jauh dibandingkan jarak target ke rudal. Rudal berpandu radar dapat diatasi dengan manuver terus menerus yang mengakibatkan penguncian yang terhenti, menyebarkan chaff atau menggunakan electronic counter-measures.

Pemandu inframerah

Sistem pemandu inframerah akan melacak panas yang dihasilkan pesawat musuh. Detektor inframerah pada awalnya memiliki tingkat sensitivitas rendah sehingg hanya bisa melacak panas yang dihasilkan saluran pembuangan pesawat. Ini berarti pesawat penyerang harus bermanuver untuk dapat menembakkan rudal ketika berada di belakang pesawat musuh. Sinyal inframerah yang melemah ketika jarak makin menjauh juga menjadi kendala sistem lama. Rudal berpandu inframerah modern dapat mendeteksi panas dari bagian manapun dari pesawat musuh yang menjadi panas oleh adanya gesekan dengan udara. Hal ini membuat pesawat penembak tidak perlu bermanuver untuk mencari posisi di belakang pesawat musuh sebelum dapat melepaskan tembakan. Walaupun demikian hal ini tetap dapat memperbesar kemungkinan mengenai target. Untuk mengatasi rudal jenis ini, digunakan flare yang lebih panas dari pesawat sendiri sehingga rudal akan melacak panas yang lebih tinggi tersebut. Penelitian terkini mengembangkan alat laser yang dapat menghancurkan sistem pemandu inframerah di rudal. Rudal modern seperti ASRAAM menggunakan pencitraan inframerah sehingga rudal dapat “melihat” target (seperti sebuah kamera video digital) dan dapat membedakan antara pesawat dengan sumber panas seperti flare. Sistem ini juga memiliki sudut lebar sehingga pesawat penyerang tidak perlu harus berada dalam garis lurus dengan target untuk dapat dikunci. Pilot hanya perlu menggunakan helmet mounted sight (HMS) dan kemudian “melihat” targetnya sebelum melepaskan tembakan. Su-27 Rusia dilengkapi dengan sebuah sistem pencari dan pelacak inframerah dilengkapi dengan pengukur jarak laser untuk sistem HMS-nya. Untuk dapat bermanuver dari sudut tembak yang kurang memadai pada jarak pendek untuk mencari targetnya, rudal udara ke udara dilengkapi dengan pendorong vektor yang memungkinkan rudal untuk berputar arah.

mengenal 61jenis peluru





JENIS PELURU




Setiap kaliber peluru lebih lanjut dibedakan berdasarkan berat dan konstruksinya. Dua hal ini plus kecepatan lah yang akan menentukan bagaimana perilaku peluru di udara dan pada target. Tabel di bawah ini mencakup beberapa jenis utama dari konstruksi amunisi.
Foto
Nama/singkatan
Kepanjangan
peluru LRN
LRN
Lead Round Nose
peluru WC
WC
Wad Cutter
peluru SWC
SWC
Semi-Wad Cutter
peluru FMJ
FMJ
Full Metal Jacket
peluru HP
HP
Hollow Point
peluru SJHP
SJHP
Semi-Jacketed Hollow Point
peluru JHP
JHP
Jacketed Hollow Point

Jenis kaliber dan peluru