Sebuah rudal
Exocet ditembakkan.
Pengendali giroskopik. Depan: Giro kontroler three axis SH-300. Digunakan orbiter
Buran. Tengah: Giroskopik kontroler vertikal flight roket
R-7.
Peluru kendali (disingkat:
rudal),
peluru berpandu atau
misil adalah senjata
roket
militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis
untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan
sehari-hari, istilah "misil" merujuk kepada roket dengan sistem kendali,
sedangkan "roket" digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. Perbedaan
utama di antara dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem
kendali.
Peluru kendali pertama digunakan dalam sebuah operasi adalah
peluru kendali Jerman dalam Perang Dunia II. Yang paling terkenal adalah
V-1 dan
V-2, keduanya menggunakan sistem
autopilot sederhana untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya.
Jenis peluru kendali
Peluru kendali balistik
Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan
trayektori yang ditentukan oleh
balistik
dalam sistem pengirimannya. Peluru kendali ini hanya dikendalikan dalam
masa peluncuran saja. Peluru kendali balistik yang pertama adalah
roket V-2 yang dikembangkan oleh
Nazi Jerman pada
1930-an dan
1940-an atas instruksi dari
Walter Dornberger. Peluru kendali balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap seperti
silo misil,
kendaraan peluncur,
pesawat,
kapal atau
kapal selam.
Tahap peluncuran dapat berlangsung dari puluhan detik sampai beberapa
menit dan dapat terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. Trayektori
rudal balistik terdiri dari tiga tahap yaitu tahap peluncuran, tahap
terbang bebas dan fase memasuki kembali atmosfer Bumi.
Peluru kendali jelajah
Peluru kendali jelajah adalah peluru kendali yang memakai
sayap dan menggunakan
jet sebagai tenaga penggerak. Peluru kendali jelajah intinya adalah bom terbang. Peluru kendali jelajah dirancang untuk membawa
hulu ledak
konvensional dalam jumlah besar atau nuklir dan dapat menjangkau
ratusan mil dengan tingkat akurasi tinggi. Peluru kendali jelajah modern
dapat terbang mencapai kecepatan
supersonik atau di atas
subsonik, menggunakan sistem kendali otomatis dan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari
radar. Rudal jelajah pertama yang dikembangkan adalah
Kettering Bug yang dikembangkan oleh
Amerika Serikat pada
1917 untuk digunakan dalam
Perang Dunia I.
Rudal ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya
kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan rudal yang
mengandung hulu ledak jatuh menghujam tanah. Rudal ini tidak pernah
digunakan dalam perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini
dapat digunakan. Rudal jenis ini yang terkenal antara lain adalah
BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai jangkauan 1.100 km.
Peluru kendali anti-kapal
Peluru kendali anti-kapal adalah rudal yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan
kapal permukaan. Kebanyakan rudal anti-kapal menggunakan
sistem pemandu inersial dan
pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian rudal jarak pendek yang digunakan dalam
Perang Dunia II.
Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum
pihak sekutu menemukan cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan
radio jamming). Rudal anti-kapal dapat diluncurkan dari
kapal,
kapal selam,
pesawat,
helikopter dan kendaraan darat. Rudal anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah rudal Jerman,
Fritz X dan
Henschel Hs 293.
Contoh peluru kendali anti kapal :
- Boeing Harpoon (USA) - 221 kg warhead, 93-315 km range depending on platform
- C-802/YJ-82 CSS-N-8 'Saccade' (China) - 165 kg warhead, 500+ km range
- Exocet (France) - 165 kg warhead, 70-180 km range
- RBS-15 (Sweden) - 200 kg warhead, 200 km range
- Sea Eagle (UK) - 230 kg warhead, 110+ km range
- Kh-35 (Rusia) - 1645 kg warhead, 130 km range
Peluru kendali darat ke udara
RIM-116 Rolling Airframe Missile Launcher.
Peluru kendali darat ke udara adalah peluru kendali yang diluncurkan dari darat untuk menghancurkan
pesawat. Istilah terkenal untuk rudal jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari rudal
darat ke
udara dalam
bahasa Inggris yaitu
suface-to-air missile. Rudal darat ke udara dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau
kendaraan peluncur. SAM terkecil yang dikembangkan oleh
Uni Soviet dapat dibawa dan diluncurkan oleh seorang
tentara. SAM juga dapat diluncurkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah
Aegis.
Peluru kendali udara ke udara
Peluru kendali udara ke udara
adalah rudal yang dipasang di pesawat terbang dengan target
menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara
lain adalah
AIM-9 Sidewinder buatan
Amerika Serikat. Rudal jenis ini dapat mendeteksi target dengan menggunakan pelacak radar,
inframerah atau
laser.
Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk
mengurangi efek gesekan pada kecepatan tinggi. Rudal ini umumnya
digerakkan oleh satu atau lebih
roket berbahan bakar padat atau cair.
MBDA Meteor buatan
Britania Raya menggunakan
ramjet dan dapat mencapai kecepatan
Mach 4.
Peluru kendali anti-tank
Peluru kendali anti-tank
adalah rudal yang fungsi utamanya untuk menghancurkan tank atau
kendaraan lapis baja lainnya. Rudal anti-tank generasi pertama seperti
AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan
joystick. Rudal anti-tank generasi kedua seperti
BGM-71 TOW dan
AGM-114 Hellfire menggunakan
radio,
penanda laser atau
kamera di ujung rudal. Rudal anti-tank generasi ketiga seperti
FGM-148 Javelin buatan
AS dan
Nag buatan India adalah dari jenis "
tembak dan lupakan". Nag menggunakan pelacak
inframerah serta
gelombang milimeter.
Peluru kendali anti-balistik
Peluru kendali anti-balistik
adalah peluru kendali dengan fungsi utama untuk menyergap dan
menghancurkan peluru kendali balistik lawan. Rudal anti-balistik jarak
pendek antara lain
Arrow buatan
Israel dan
MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan
ICBM sebelumnya hanya ada dua yaitu
Safeguard AS yang menggunakan
LIM-49A Spartan dan
Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan
Gorgon dan
Gazelle. Amerika Serikat kemudian mengembangkan
Ground-Based Midcourse Defense.
Peluru kendali anti-satelit
Peluru kendali anti-satelit adalah rudal yang memiliki fungsi untuk menghancurkan
satelit buatan musuh. Rudal jenis ini antara lain adalah
Anti-satellite weapons (ASAT) yang diluncurkan dari pesawat. Rudal jenis ini relatif masih dalam tahap pengembangan.
Joint Direct Attack Munition (id:Mesiu Serangan Langsung Gabungan)
JDAM adalah perlengkapan pemandu yang mengubah bom gravitasi
tak berpandu, atau "bom bodoh", menjadi mesiu "pandai" di segala cuaca.
Perlengkapan JDAM bom adalah digunakan untuk memandu pada target dengan
suatu sistem pemandu inersial terintegrasi yang dipasangkan sebuah
penerima Global Positioning System (GPS) untuk menambah akurasi,
memberikan daerah peluncuran lebih dari 15 nautikal mil (28 km) dari
titik peluncuran.
Varian JDAM :
Torpedo
VA-111 Shkval. Kecepatan torpedo ini dapat mencapai 200 knots (370 km/h).
Senjata roket anti kapal selam UUM-44 SUBROC.
Peluru kendali ini diluncurkan oleh
kapal selam dari dalam
laut.
Torpedo adalah
proyektil
berpenggerak sendiri yang diluncurkan dari atas permukaan atau di bawah
permukaan air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, dirancang
untuk meledak pada kontak atau jarak tertentu dengan target. Torpedo
dapat diluncurkan dari
kapal,
kapal selam,
helikopter,
pesawat dan
ranjau laut. Beberapa contoh torpedo modern antara lain
MK 48 AS yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan
sonar pasif atau aktif, serta
VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek
superkavitasi dapat mencapai kecepatan 200
knot atau 370 km/jam.
Pemandu peluru kendali
Pemandu radar
Sistem pemandu radar umumnya digunakan untuk rudal jarak menengah
atau jauh dimana sinyal inframerah target umumnya terlalu lemah untuk
dilacak detektor inframerah. Ada dua macam rudal berpandu radar yaitu
aktif dan semi-aktif. Rudal dengan sistem pemandu radar aktif mempunyai
sistem radarnya sendiri untuk mendeteksi dan melacak targetnya. Tetapi
ukuran dari antena radar dibatasi oleh diameter rudal yang kecil
sehingga membatasi jangkauan deteksi rudal. Untuk mengatasi hal
tersebut, rudal harus memiliki cara lain (umumnya sistem pemandu
inersial) untuk mendekati target sebelum mengaktifkan radarnya. Rudal
berpandu radar semi-aktif adalah lebih umum. Rudal jenis ini mendeteksi
energi radar yang dipancarkan dari target. Sinyal radar dipancarkan oleh
pesawat penembak. Dengan ini berarti pesawat penembak harus menjaga
penguncian target sampai dapat dijangkau rudal, sehingga membatasi daya
manuver pesawat penembak yang dapat membahayakan pesawat seiring dengan
ancaman musuh. Rudal jenis ini juga lebih gampang dikacaukan (jamming)
karena jarak pesawat penembak ke target lebih jauh dibandingkan jarak
target ke rudal. Rudal berpandu radar dapat diatasi dengan manuver terus
menerus yang mengakibatkan penguncian yang terhenti, menyebarkan chaff
atau menggunakan electronic counter-measures.
Pemandu inframerah
Sistem pemandu inframerah akan melacak panas yang dihasilkan pesawat
musuh. Detektor inframerah pada awalnya memiliki tingkat sensitivitas
rendah sehingg hanya bisa melacak panas yang dihasilkan saluran
pembuangan pesawat. Ini berarti pesawat penyerang harus bermanuver untuk
dapat menembakkan rudal ketika berada di belakang pesawat musuh. Sinyal
inframerah yang melemah ketika jarak makin menjauh juga menjadi kendala
sistem lama. Rudal berpandu inframerah modern dapat mendeteksi panas
dari bagian manapun dari pesawat musuh yang menjadi panas oleh adanya
gesekan dengan udara. Hal ini membuat pesawat penembak tidak perlu
bermanuver untuk mencari posisi di belakang pesawat musuh sebelum dapat
melepaskan tembakan. Walaupun demikian hal ini tetap dapat memperbesar
kemungkinan mengenai target. Untuk mengatasi rudal jenis ini, digunakan
flare yang lebih panas dari pesawat sendiri sehingga rudal akan melacak
panas yang lebih tinggi tersebut. Penelitian terkini mengembangkan alat
laser yang dapat menghancurkan sistem pemandu inframerah di rudal. Rudal
modern seperti ASRAAM menggunakan pencitraan inframerah sehingga rudal
dapat “melihat” target (seperti sebuah kamera video digital) dan dapat
membedakan antara pesawat dengan sumber panas seperti flare. Sistem ini
juga memiliki sudut lebar sehingga pesawat penyerang tidak perlu harus
berada dalam garis lurus dengan target untuk dapat dikunci. Pilot hanya
perlu menggunakan helmet mounted sight (HMS) dan kemudian “melihat”
targetnya sebelum melepaskan tembakan. Su-27 Rusia dilengkapi dengan
sebuah sistem pencari dan pelacak inframerah dilengkapi dengan pengukur
jarak laser untuk sistem HMS-nya. Untuk dapat bermanuver dari sudut
tembak yang kurang memadai pada jarak pendek untuk mencari targetnya,
rudal udara ke udara dilengkapi dengan pendorong vektor yang
memungkinkan rudal untuk berputar arah.