Pasukan Bela Diri Jepang

Pasukan Bela Diri Jepang (Jepang: 自衛隊 Jieitai?Inggris:Japan Self-Defense Force, disingkat JSDF) adalah angkatan bersenjata diJepang yang didirikan setelah berakhirnya pendudukan Jepang oleh Amerika Serikat pasca Perang Dunia II. Meskipun pada sebagian besar periode pasca perang pasukan ini beroperasi terbatas pada pulau-pulau di Jepang dan tidak diizinkan beroperasi di luar negeri, namun dalam beberapa tahun terakhir ia telah terlibat dalam operasi pasukan pemelihara perdamaian internasional.[1] Ketegangan baru-baru ini, khususnya dengan Korea Utara,[2] telah menyulut kembali perdebatan tentang status Pasukan Bela Diri Jepang dan hubungannya dengan masyarakat.[3]

Personel and organisasi

Opsir kadet Jepang
Bendera Perdana Menteri Jepang
Departemen Pertahanan Jepang
Pasukan Bela Diri Jepang memiliki 239.430 orang personel (data tahun 2005), yang terdiri dari 147.737 orang pada Angkatan Darat Bela Diri Jepang, 44.327 orang pada Angkatan Laut Bela Diri Jepang, 45.517 orang pada Angkatan Udara Bela Diri Jepang, dan 1.849 orang pada Kantor Komando Gabungan. Pasukan cadangannya berjumlah 57.899 orang.[4]
Sistem militer Jepang memiliki bentuk unik. Semua personel Pasukan Bela Diri Jepang secara teknis adalah warga sipil. Mereka yang berseragam diklasifikasi sebagai PNS khusus, dan tunduk kepada para PNS biasa yang bekerja di Departemen Pertahanan (Jepang). Tidak ada rahasia militer, hukum militer, atau pelanggaran militer yang dianggap dapat dilakukan oleh seorang personel militer; baik di dalam atau di luar pangkalan militer, ketika bertugas atau di luar tugas, mengenai masalah militer atau non-militer. Semua hal tersebut diputuskan dalam prosedur normal oleh pengadilan sipil, dalam yurisdiksi yang sesuai.

[sunting]Rantai komando

[sunting]Operasional

[sunting]Administratif

  • Menteri Pertahanan
    • Wakil Senior Menteri Pertahanan
      • Kepala Staff Angkatan

[sunting]Angkatan militer

[sunting]Unit militer

  • Lima divisi darat,
  • Lima distrik maritim, dan
  • Tiga pasukan pertahanan udara.
Pelaut Jepang di atas kapal JS Kongo

[sunting]Lihat pula

[sunting]Referensi

  1. ^ "Japan - Pendahuluan". Globalsecurity.org. Diakses pada 5 Maret 2006.
  2. ^ "Jepang melepaskan tembakan kepada kapal 'pengganggu' ", (BBC), 2001-12-22.
  3. ^ "Jepang Mempertimbangkan Pembaharuan Konstitusi ", (VOA News), 2006-02-15.
  4. ^ "Personnel of JSDF". Japan Defense Agency. Diakses pada 23 April 2006.

[sunting]Bacaan lanjutan

  • Maeda, Tetsuo, David J. Kenney (ed. and intro.), and Steven Karpa (trans.). The Hidden Army: The Untold Story of Japan’s Military Forces. Chicago: edition q, 1995. ISBN 1-883695-01-5.

[sunting]Pranala luar

0 komentar:

Poskan Komentar