Perang Dingin

Menjelang akhir Perang Dingin, pengembangan pesawat pengebom strategis besar mulai menghadapi masalah, khususnya karena harganya yang sangat mahal dan diciptakannya rudal balistik antar-benua, yang dianggap memiliki efek psikologis yang sama, tapi lebih sulit untuk dihancurkan. Program XB-70 Valkyrie Angkatan Udara Amerika Serikat dibatalkan karena alasan-alasan diatas, dan pesawat selanjutnya, B-1 Lancer dan B-2 Spirit baru bisa dioperasikan setelah melalui masalah-masalah dalam pengembangan dan politik. Masalah serupa juga dihadapi Uni Soviet, misalnya, Tupolev Tu-160 hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit sekali, yang mengakibatkan masih dipakainya pesawat 1950-an Tu-16 dan Tupolev Tu-95 sampai abad ke-21.

0 komentar:

Poskan Komentar